Showing posts with label bisa. Show all posts
Showing posts with label bisa. Show all posts
Sunday, December 22, 2013
Ternyata Ada Jamur yang Bisa Menyimpan Memori dan Menganalisa Masalah
Dahulu pada tahun 50-an ada film fiksi ilmiah yang menjadikan jamur lendir sebagai karakter tanaman yang bisa berpikir dan menganalisa masalah dengan cepat.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lendir jamur adalah organisme bersel tunggal yang bodoh, namun memiliki bagian memori seperti hal otak manusia.

Para ilmuwan di University of Sydney mengungkap bahwa jamur lendir yang bernama biologi Physarum polycephalum dapat mengingat wilayah yang telah mereka lalui.
Para ilmuan mulai memprediksi bahwa jamur lendir itu menggunakan “memori spasial externalized” untuk menavigasi arah gerakkannya. “Jamur lendir meninggalkan jejak lendir kemana pun ia pergi, dengan itu kemudian ia dapat mendeteksi dan mengenali daerah itu sudah dilaluinya,” kata ahli biologi Chris Reid.

Untuk menguji teori ini, peneliti menempatkan Physarum dalam perangkap berbentuk-U. Pada permukaan dipasangi perangkap, hasilnya 96 persen dari spesimen mampu melalui perangkap untuk menemukan solusi gula (goal) sebelum batas waktu 120 jam.
Akan tetapi ketika jebakan sudah dilapisi dengan lendir, maka spesimen bingung tidak bisa membedakan jejak mereka sendiri, hanya sepertiga dari organisme mencapai tujuan sebelum batas waktu dan itu pun menghabiskan waktu sepuluh kali lebih lama.

Tim penelitian ini juga menemukan bahwa Physarum dapat mengenali dan bereaksi terhadap jalan yang ditinggalkan oleh spesies lain dari jamur lendir.
Reid mengatakan memori spasial externalized bisa digunakan oleh organisme primitif untuk memecahkan jenis masalah yang sama dengan otak manusia.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa jamur lendir juga dapat memecahkan labirin dan mengantisipasi peristiwa periodik.
Sumber :
uniqpost.com
ReadFull Article ..
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lendir jamur adalah organisme bersel tunggal yang bodoh, namun memiliki bagian memori seperti hal otak manusia.

Para ilmuwan di University of Sydney mengungkap bahwa jamur lendir yang bernama biologi Physarum polycephalum dapat mengingat wilayah yang telah mereka lalui.
Para ilmuan mulai memprediksi bahwa jamur lendir itu menggunakan “memori spasial externalized” untuk menavigasi arah gerakkannya. “Jamur lendir meninggalkan jejak lendir kemana pun ia pergi, dengan itu kemudian ia dapat mendeteksi dan mengenali daerah itu sudah dilaluinya,” kata ahli biologi Chris Reid.

Untuk menguji teori ini, peneliti menempatkan Physarum dalam perangkap berbentuk-U. Pada permukaan dipasangi perangkap, hasilnya 96 persen dari spesimen mampu melalui perangkap untuk menemukan solusi gula (goal) sebelum batas waktu 120 jam.
Akan tetapi ketika jebakan sudah dilapisi dengan lendir, maka spesimen bingung tidak bisa membedakan jejak mereka sendiri, hanya sepertiga dari organisme mencapai tujuan sebelum batas waktu dan itu pun menghabiskan waktu sepuluh kali lebih lama.

Tim penelitian ini juga menemukan bahwa Physarum dapat mengenali dan bereaksi terhadap jalan yang ditinggalkan oleh spesies lain dari jamur lendir.
Reid mengatakan memori spasial externalized bisa digunakan oleh organisme primitif untuk memecahkan jenis masalah yang sama dengan otak manusia.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa jamur lendir juga dapat memecahkan labirin dan mengantisipasi peristiwa periodik.
Sumber :
uniqpost.com
Sunday, November 24, 2013
Tidur dengan AC Menyala Bisa Bikin Darah Tinggi

Keigo Saeki, MD, seorang ilmuwan dari Nara Medical University di Jepang membuktikan hal itu dalam sebuah penelitian terbarunya.Menurutnya, suhu dingin saat tidur bisa mempengaruhi penyempitan pembuluh darah dan akhirnya meningkatkan tekanan darah.
Dalam penelitiannya, Dr Saeki mengungkap bahwa jika seseorang tidur dengan suhu kamar 57 derajat Fahrenheit atau sekitar 14 deracat celcius, tekanan darah cenderung naik 6-8 persen keesokan harinya. Pembandingnya tidur di kamar bersuhu 76 derajat fahrenheit atau 24 derajat celcius.
Dr Saeki menjelaskan tekanan darah secara alami akan meningkat saat seseorang bangun tidur di pagi hari. Nah, ketika seseorang tidur di kamar bersuhu dingin sepanjang malam, peningkatan itu menjadi lebih tinggi karena pembuluh darah mengalami konstriksi atau menyempit.
"Kondisi ini meningkatkan tekanan darah setidaknya dalam 2 jam, dan selama itu terjadi ketegangan yang serius pada jantung," jelas Dr Saeki seperti dikutip dari detikHealth, Selasa (4/6/2013).
Kalaupun hubungannya dengan jantung dianggap berlebihan, tidur dalam ruangan yang terlalu dingin sebenarnya bisa langsung dirasakan dampaknya pada tubuh. Biasanya, orang yang tidur di ruangan dingin akan bangun dengan badan terasa pegal-pegal karena masuk angin.
Jika memiliki pemanas ruangan, sebaiknya justru suhu ruangan dinaikkan agar lebih hangat selama tidur. Tidak perlu dinyalakan sepanjang malam karena akan boros energi dan tentunya juga tidak lebih sehat jika terlalu panas, cukup dinaikkan saja suhunya 1,5 jam sebelum tidur lalu dimatikan.
Atau bisa juga dengan cara lain yakni menggunakan selimut tebal. Tidak perlu terlalu tebal juga, karena kedinginan maupun kegerahan sama-sama tidak nyaman untuk tidur dan pada akhirnya keduanya bisa mengurangi kualitas tidur. (AN Uyung Pramudiarja - detikHealth )
Subscribe to:
Posts (Atom)