Showing posts with label menggunakan. Show all posts
Showing posts with label menggunakan. Show all posts
Tuesday, December 17, 2013
Tips Menggunakan Jejaring Sosial untuk Urusan Bisnis

1. Pilih jejaring sosial yang akan digunakan
Untuk memilih layanan jejaring sosial mana yang akan digunakan, sebaiknya sesuaikan dengan sumberdaya perusahaan yang tersedia. Ada banyak pilihan situs sosial media yang bisa digunakan baik lokal maupun internasional. Namun, semakin banyak layanan social media yang dimanfaatkan maka akan semakin memerlukan banyak waktu dan tenaga untuk mengurusnya. Bayangkan saja saat bersamaan, setiap akun jejaring sosial yang anda gunakan (misalnya 4 jejaring sosial) terdapat komentar atau pertanyaan yang masuk, tentu hal ini akan menyita waktu anda untuk memberikan respon balik, kecuali jika anda telah memiliki operator khusus yang menangani bidang ini, maka hal tersebut bukanlah suatu masalah, namun sudah barang tentu ada sejumlah budget yang harus dianggarkan. Sedangkan bila anda hanya memilih menggunakan satu layanan sosial media, tentu ini akan membuat lebih simple dan praktis, namun kelemahannya adalah membatasi jangkauan komunitas bisnis anda. Jika anda adalah seorang pengusaha kecil dengan sumber daya terbatas, maka gunakanlah satu atau dua layanan social network yang komunitasnya paling besar, misalnya yang paling umum adalah facebook dan twitter.
2. Buat profile yang lengkap
Setelah anda memutuskan dalam memilih jejaring sosial yang akan digunakan maka langkah berikutnya adalah melakukan pendaftaran (sign up) dan membuat profil selengkap mungkin. Profil yang lengkap akan memastikan para konsumen tidak tertipu dengan akun-akun palsu yang mungkin mencatut nama anda atau perusahaan anda demi mendapat keuntungan pribadi. Selain itu, unggah juga bukti-bukti, baik berupa foto kegiatan, video, atau dokumen lainnya yang membuat akun jejaring sosial lebih original dan menarik.
3. Jalin dan jaga jaringan komunitas anda
Langkah berikutnya adalah memulai menggunakan layanan dan fitur-fitur dari jejaring sosial yang anda gunakan. Untuk memperluas dan menjaga eksistensi komunitas sosial anda, lakukan prinsip RIO (Responsif, Informatif, & Opensif). Responsif artinya melayani dengan segala bentuk pertanyaan atau komentar yang masuk, Informatif berarti selalu mengupload ragam informasi yang bermanfaat, serta Opensif dimaksudkan terbuka dalam menerima komunitas baru dan sebaliknya juga gencar menjalin dan memperluas jumlah komunitas.
4. Upayakan terciptanya efesiensi dan efektifitas
Membangun komunitas bisnis untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan situs jejaring sosial memang memerlukan pengorbanan waktu dan tenaga. Dan tak jarang pula, malah keasyikan menggunakan layanan sosial media tersebut sehingga melupakan tugas pokok membangun bisnis yang besar dan stabil. Hal tersebut tentu menjadi bertolak belakang dengan tujuan awalnya. Untuk mendapatkan efektifitas dan efesiensi yang dimaksud, anda bisa memanfaatkan fitur dashboard (tweetdeck, hootsuite, social oomph, dsb) atau berkomitmen untuk menggunakan layanan sosial media pada jam-jam tertentu (istirahat atau setelah jam kantor).
5. Menghindari kesalahan-kesalahan
Point yang juga sangat penting adalah berusaha untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang timbul dalam penggunaan layanan jejaring sosial tersebut, misalnya: melakukan spamming ke komunitas, terlalu banyak share informasi yang tidak berguna, sering mengabaikan komentar/pertanyaan, memposting status atau komen yang menyerang kompetitor atau jaringan sosial anda. Jadi lakukan secara bijak agar lebih terkesan profesional.
Sunday, December 15, 2013
Viking Bernavigasi Menggunakan Kristal
Tak hanya peramal yang memanfaatkan bola kristal untuk mengetahui masa depan. Para pelaut Viking juga menggunakan material itu untuk membantu mereka mengarungi laut berkabut.
Tak hanya peramal yang memanfaatkan bola kristal untuk mengetahui masa depan. Para pelaut Viking juga menggunakan material itu untuk membantu mereka mengarungi laut berkabut.
Sebuah riset menemukan bahwa Viking memakai kristal untuk menganalisis cahaya dari langit, mirip trik lebah madu ketika terbang mencari makan di hari berawan.
Para ilmuwan kini berencana mengadakan eksperimen untuk melihat apakah mereka dapat mereplikasi praktek tersebut. Orang Viking mendominasi Atlantik Utara dari 900 hingga 1.200 didukung keahliannya bernavigasi melintasi laut terbuka.
Ketika matahari bersinar, orang Viking dapat bernavigasi dengan bantuan sundial, melacak lintasan matahari di langit dari timur ke barat, sehingga mereka dapat mengetahui arah utara.
Tapi bagaimana cara Viking melakukan navigasi ketika matahari tertutup kabut atau awan selama berhari-hari di sepanjang rute pelayaran mereka?
Pada 1967, Thorkild Ramskou, ahli arkeologi Denmark, menyatakan bahwa jawabannya adalah penggunaan kristal misterius, sunstone, dalam hikayat Viking.
Untuk mengetahui cara kerja sunstone, para ilmuwan mengasumsikan bahwa sunstone adalah kristal yang digunakan sebagai filter polarisasi, menghalangi semua cahaya, kecuali yang dipolarisasi dalam arah tertentu.
Meski belum jelas sunstone itu tersusun dari material apa, para ilmuwan menduga batu itu ada kemungkinan tersusun dari cordierite, tourmaline atau kalsit, yang umum ditemukan di Skandinavia.
Para pelaut Viking cukup melihat menembus batu itu ketika langit mendung. Cahaya yang menembus langit berawan kerap terpolarisasi.
Jika sudut kristal pas dengan polarisasi cahaya itu, langit akan tampak lebih terang, tapi akan lebih gelap jika tidak sesuai dengan sudutnya.
Ahli biofisika Gabor Horvath dari Eotvos University di Hungaria dan timnya mengukur pola polarisasi cahaya pada langit cerah, setengah berawan, mendung, dan berkabut di Tunisia, Finlandia, Hungaria, dan Arktik untuk menguji dugaan itu.
Terbukti bahwa polarisasi cahaya dapat dideteksi pada langit mendung dan berkabut. "Lebih dari 5 hingga 10 persen cahaya yang datang dekat horizon dipolarisasi," kata Susanne Ã…kesson, ahli navigasi binatang di Lund University di Swedia, yang terlibat dalam riset itu.
"Kami dapat menunjukkan bahwa Viking bisa saja menggunakan sunstone untuk mengetahui posisi matahari."
Sumber :
tempointeraktif.com
Sebuah riset menemukan bahwa Viking memakai kristal untuk menganalisis cahaya dari langit, mirip trik lebah madu ketika terbang mencari makan di hari berawan.
Para ilmuwan kini berencana mengadakan eksperimen untuk melihat apakah mereka dapat mereplikasi praktek tersebut. Orang Viking mendominasi Atlantik Utara dari 900 hingga 1.200 didukung keahliannya bernavigasi melintasi laut terbuka.
Ketika matahari bersinar, orang Viking dapat bernavigasi dengan bantuan sundial, melacak lintasan matahari di langit dari timur ke barat, sehingga mereka dapat mengetahui arah utara.
Tapi bagaimana cara Viking melakukan navigasi ketika matahari tertutup kabut atau awan selama berhari-hari di sepanjang rute pelayaran mereka?
Pada 1967, Thorkild Ramskou, ahli arkeologi Denmark, menyatakan bahwa jawabannya adalah penggunaan kristal misterius, sunstone, dalam hikayat Viking.
Untuk mengetahui cara kerja sunstone, para ilmuwan mengasumsikan bahwa sunstone adalah kristal yang digunakan sebagai filter polarisasi, menghalangi semua cahaya, kecuali yang dipolarisasi dalam arah tertentu.
Meski belum jelas sunstone itu tersusun dari material apa, para ilmuwan menduga batu itu ada kemungkinan tersusun dari cordierite, tourmaline atau kalsit, yang umum ditemukan di Skandinavia.
Para pelaut Viking cukup melihat menembus batu itu ketika langit mendung. Cahaya yang menembus langit berawan kerap terpolarisasi.
Jika sudut kristal pas dengan polarisasi cahaya itu, langit akan tampak lebih terang, tapi akan lebih gelap jika tidak sesuai dengan sudutnya.
Ahli biofisika Gabor Horvath dari Eotvos University di Hungaria dan timnya mengukur pola polarisasi cahaya pada langit cerah, setengah berawan, mendung, dan berkabut di Tunisia, Finlandia, Hungaria, dan Arktik untuk menguji dugaan itu.
Terbukti bahwa polarisasi cahaya dapat dideteksi pada langit mendung dan berkabut. "Lebih dari 5 hingga 10 persen cahaya yang datang dekat horizon dipolarisasi," kata Susanne Ã…kesson, ahli navigasi binatang di Lund University di Swedia, yang terlibat dalam riset itu.
"Kami dapat menunjukkan bahwa Viking bisa saja menggunakan sunstone untuk mengetahui posisi matahari."
Sumber :
tempointeraktif.com
Subscribe to:
Posts (Atom)