Showing posts with label burung. Show all posts
Showing posts with label burung. Show all posts
Tuesday, October 29, 2013
TIPS CARA MERAWAT BURUNG CIPOH CIPOW SIRTU SIRPU CITO SITO AGAR RAJIN BERKICAU GACOR

Pernah saya tanya kepada seorang penghobi dan dia pernah jual burung cipoh seharga Rp 600 ribu rupiah, cukup lumayan...
Pada dasarnya tidaklah susah untuk bisa mendapatkan burung peliharaan kita (Cipoh) menjadi juwara dan bernilai mahal yang pasti butuh kesabaran, keuletan dan ketelitian.
Akhir-akhir ini burung Cipoh memang sedang menjadi trend di mata penghobi burung pada umumnya, selain harganya sangat terjangkau, burung ini kerap kali di ikut sertakan di dalam ajang lomba burung berkicau dan memiliki fans khusus bagi para penghobi.
Ada banyak cara agar Cipoh/Sirtu/Cito ini bisa rajin berkicau mempunyai banyak variasi suaranya, tapi cara ini bukan jaminan akan sama hasilnya dan tidak memberikan jaminan seratus persen, tapi jika anda ingin mencoba tidaklah ada salahnya.
Ada beberapa tips dan cara agar burung kesukaan kita (CIPOH / CIPOW / SIRTU / SIRPU / CITO / SITO) bisa ngoceh dan rajin berkicau (gacor), diantaranya adalah:
- Usahakan memilih burung yang berjenis kelamin jantan (Perbedaan Jantan dan Betina) atau jika dibolehkan tanyakan kepada si penjual minta dipilihkan yang jantan.
- Cari burung dengan kondisi yang sehat, gesit, lincah dan mata cerah
- Pilih burung dengan warna bulu yang contrast dan cerah (jangan yang burem)
- Pilih bentuk tubuh yang proporsional, tidak terlalu kecil.
- Usahakan memilih burung dengan ekor yang mengumpul dan tidak menyebar karena biasanya burung jantan ekornya menyatu.
Perawatan Harian Cipoh / Cipow / Sirtu / Sirpu / Cito / Sito Agar Rajin Berkicau dan Cepat Gacor
Pada umumnya burung Cipoh/Sirtu/Cito sangatlah mudah bunyi dan sebenarnya tidak ada cara khusus dalam merawat burung Cipoh/Sirtu/Cito agar cepat bunyi, yang penting dalam pemilihan bakalan burung harus benar-benar tahu kualitas burung.
Ada 9 perawatan harian sederhana burung Cipoh/Sirtu/Cito agar cepet gacor:
- Pada pagi hari setelah subuh kira-kira udh mulai sedikit terang, coba keluarkan burung ( di embunkan hingga keluar sinar matahari menghangatkan tubuhnya secukupnya saja.
- Setelah itu, mandikan burung Cipoh dengan semprot/sprey yang lembut atau sesuai keinginan hingga basah, biasanya dalam memandikan dengan semprot, dan biasanya setelah disemprot burung akan melanjutkan mandi sendiri, maka coba sediakan tempat mandi agar burung mandi sendiri, namun jika sudah selesai mandi agar diambil lagi tempat mandinya agar tidak membuat kandang menjadi basah. Tinggalkan tempat minum burung secukupnya.
- Setelah mandi hingga basah, jemur secukupnya akan tetapi biarkan hanya air minum saja yang ada di dalam sangkar.
- Kira-kira stengah jam, angkat Cipoh dan taruh ditempat yang teduh, berikan ulat hongkong kecil yang berwarna putih ( 2-3 ulat hongkong yang sedang ganti kulit ) tapi sebelumnya beri makan berupa buah baik pisang, pepaya ataupun buah lainnya atau voer jika burung sudah makan voer.
- Untuk serangga bisa juga menggunakan ulat kandang, jangkrik yang kecil, atau kroto, dan kroto tidak perlu terlalu sering.
- Boleh juga dengan memberikan madu ditempatkan khusus atau tempat yang kecil, atau bisa juga anda memberikan madu dengan mengolesnya di buah pisang tersebut ( biasanya, jika sudah ada madu, pisang tidak akan dimakan )
- Setelah itu biarkan hingga sore menjelang, sore boleh di mandikan sesuai kebutuhan.
- Dan nikmati ocehan burung Cipoh anda saat itu setelah di mandikan, jemur, dan di teduhkan, dan yang terakhir
- Dan yang tidak kalah pentingnya adalah jangan lupa dengan pemasteran suara yang bagus, diantara caranya yaitu sandingkan suara burung Cipoh yang sudah pernah manjadi jawara dan juwara di dekat burung yang kita punya, atau dengan cara bunyikan rekaman suara burung Cipoh yang sudah bagus dalam bentuk mp3 yang bisa kita dapat dari berbagai sumber di internet baik melalui download ataupun cara lain, maka akan menjadikan burung Cipoh yang kita miliki semakin terlatih.
Jangan lupa! Umur juga mampengaruhi kualitas burung itu sendiri, jika dari usia muda sudah rajin berkicau dan dengan lingkungan dan pemasteran yang bagus maka semakin dewasa akan semakin menambah keunikan suaranya dan dengan volume yang sangat tinggi tentunya.
Semoga bermanfaat…
Keturunan Dan Persilangan Burung Kenari
Dalam kesempatan ini saya cuma ingin beruneg-uneg lagi sekaligus tukar pikiran atau share bersama dengan teman-teman dan penghobi khusunya burung kenari. Sudah beberapa tahun lalu saya menuliskan mengenai sedikit gambaran tentang apa yang dimaksud dengan F1, F2, F3 bahkan AF sekalipun. Kali ini dengan segala keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, saya akan mencoba menggambarkan sedikit lebih dalam mengenai konsep persilangan dan keturunan perkawinan burung kenari. Sebelumnya jika ada salah mohon dikoreksi.
Dalam tulisan keturunan dan persilangan kenari bagian II ini saya akan lebih mendekatkan tentang sistem hibriditas (persilangan) yang dikemukakan oleh Mendel dengan sistem origin, klasifikasi dan pemetaannya dengan tanpa menghitung nisbahnya.
Langsung saja, dari sisi historis Mendel melakukan uji coba persilangan dengan menggunakan tanaman, bukan dengan burung kenari karena mungkin saat itu mungkin Mendel belum tertarik dengan burung kenari..hehe. Contoh persilangan Mendel dengan menggunakan kacang kapri ini (bisa anda cari di Google dan sumber mana saja) adalah dengan mengawinsilangkan kapri sesama GALUR MURNI dengan ketinggian yang berbeda, namun saya akan mengandaikan dengan tanaman yang lebih familiar yaitu bunga mawar dan penjelasan simpelnya adalah seperti ini:
Dari hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa mawar merah dominan terhadap mawar putih dan sebaliknya sehingga menghasilkan keturunan F1 mawar merah 100%. Dalam fenomena F2 nya akan menghasilkan lebih dari 70% mawar merah dan sisanya akan menghasilkan mawar putih.
Ternyata Mendel mengetahui bahwa ada sifat-sifat lainnya dimana terdapat beberapa sifat individu yang jika dikawinkan tidak mempunyai sifat dominan atau resesif terhadap individu lainnya yang kemudian saya mengistilahkannya dengan peluang untuk menghasilkan keturunan yang mix dari masing-masing induknya yang akan dijabarkan sebagai berikut:
Dari hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa dalam persilangan tersebut menghasilkan F1 mawar merah muda 100% yang akan diteruskan perkawinan sesama F1 mawar merah muda dengan peluang menghasilkan mawar warna merah : mawar warna merah muda dan mawar warna putih yang kemudian disebut F2.
Saatnya kita kembali lagi pada sosok burung kenari, nah sebenarnya Mendel tidak secara gamblang menyebut jenjang F3 dalam persilangannya namun ia menamakan dengan istilah yang lebih spesifik sesuai dengan sifatnya dimana mengawinsilangkan 2 jenis individu yang mempunyai 2 sifat berbeda atau lebih disebut sebagai dihibrid, trihibrid, tetrahibrid dan seterusnya. Dalam dunia burung kenari maka yang sering terjadi di kalangan peternak adalah fenomena yang sebenarnya disebut sebagai Hukum Mendel II dengan perkawinan silang model berpasangan bebas dan backcross.
Hukum berpasangan bebas ini bisa kita lihat saat beberapa peternak mengawinkan jenis hybrid x hybrid yang memiliki sifat yang banyak dan berbeda maka dalam penamaan ilmiahnya anakan hybrid x hybrid akan menghasilkan F1 yang kemudian Mendel mengujinya kembali dengan F1 x F1 dari hasil tersebut sehingga akan menghasilkan F2.
Dalam persilangan backcross malah fenomena inilah yang sebenarnya sudah banyak kita kenal yaitu menghasilkan sifat F2 dengan cara mengawinkan F1 dengan salah satu induknya dan hukum ini biasanya digunakan secara salah kaprah karena pada dasarnya saat kita ingin mengwinkan F1 dari bloodline tertentu yang kemudian dikawinkan dengan bloodline yang berbeda maka tidak akan berlanjut pada jenjang F2 melainkan akan kembali menjadi root pasangan baru yang akan kembali menghasilkan F1 jika dikawinkan. Sebagai contoh: jika saya punya kenari hibrid dari sesama galur murni yorkshire (YY) x waterslager (ww) = F1 (YY, ww, Yw, wY, Yw) maka ketika saya mengawinkan jenis hibrid tersebut dengan border hasilnya F1 x border (bb) = F1 Yw x bb = Ywb, wbY, bwY, Ybw, bYw, wYb dan seterusnya.
Jadi sesuai dengan aplikasi Hukum Mendel di atas kita tidak akan menemui istilah AF yang sering disebut-sebut di kalangan peternak yang pada dasarnya sudah saya sebutkan dalam tulisan saya sebelumnya. Sejujurnya spekulasi dari penamaan AF sendiri bagi saya lebih tepat dalam komposisi sebagai Anak Filial (AF) dengan garis keturunan yang putus atau tidak terskema secara baik. Maka asumsi jenis AF ini bagi saya ketika 1 induk dengan sifat dan strain yang tidak jelas dikawinkan dengan induk yang tidak jelas juga maka akan menjadi AF.
Begitu pula kerancuan mengenai variabel dibelakang Filial dimana orang secara gampang sering menyebutnya hanya dengan tujuan menaikkan pamor dan orientasi bisnis, misalnya saja Yorkshire x fusan = F1ys. Bagaimana mungkin variabel fusan bisa lenyap begitu saja? Jelas penamaan ini juga kurang lengkap! Kenapa kita tidak menyebutnya F1 ysfs? biar belibet di lidah kan yang penting jelas?
Dan tentu saja jika kita termasuk peternak yang menyilangkan sesama F tanpa meninggalkan roots hibridnya maka F1 x F2 akan menjadi F3, F3 x F2 = F4 dan jika harus di backcross kan kembali dengan induk penghasil F1 nya maka akan menjadi (induk/parental x F4 = F5) dan setelah F5 akan disilangkan lagi dengan F1 maka kita bisa mengambil lajur pemetaan persilangan baru lagi atau meneruskannya sehingga akan menjadi F6. Dalam pemahaman ini maka lebih tepatnya kita tidak akan menghasilkan galur murni dengan berbagai persilangan tersebut melainkan mampu menghasilkan sifat tetap yang dominan baik memunculkan sifat baru ataukah bertahan.
Jadi saat kita menyebut F1(ys) maka berdasarkan pola penalaran di atas bisa dijabarkan bahwa filial tersebut berasal dari perkawinan jenis yorkshire (ys) x yorkshire (ys) dan begitu pula penalaran F2(ys) adalah F1ys x ys yang dijabarkan sebagai ((ys x ys) x ys)). Selain itu pola pemetaan persilangan akan membantu peternak/penyilangnya memahami sifat-sifat hasil silangannya yang mampu dijadikan sebagai model untuk menghasilkan burung berkualitas bagus.
Dengan pemaparan Mendel tersebut sebenarnya bukan mengajarkan kepada kita tentang masalah penamaan F1, F2 dan seterusnya melainkan adalah mengetahui skema, sifat, fenomena dan tujuan menyilangkan suatu individu tertentu yang kemudian bertujuan untuk menghasilkan suatu individu yang baik dan sejalan dengan harapan peternak/penyilangnya.
Saya pribadi yang jauh dari sempurna ini mungkin melewatkan banyak hal dan bisa jadi ada perubahan terhadap materi tulisan ini atau bahkan menambahkannya. Salam damai dan salam hangat untuk teman-teman semua.
- TIPS SUKSES BETERNAK KENARI
- LAGU INDAH HYBRID PADA KENARI
- BETERNAK KENARI BAGI PEMULA
- CARA MEMILIH KENARI INDUKAN
- INFO TENTANG KENARI MULE
- CARA SINGKAT BETERNAK KENARI
- KENARI YORKSHIRE YANG POPULER
- KUALITAS PRODUKTIVITAS KENARI
- CARA MERACIK PAKAN KENARI
Keunikan burung kutilang

Burung kutilang atau dalam bahasa latinnya Pycnonotus aurigaster adalah salah satu burung kicau yang memiliki daerah penyebaran di antaranya tiongkok selatan, asia bagian tenggara kecuali malaysia. Di Indonesia sendiri daerah penyebarannya meliputi jawa dan bali, namun dalam kurun waktu belum lama ini burung kutilang sudah mulai diperkenalkan di daerah sumatra dan juga sulawesi.
Burung kutilang ini mempunyai panjang tubuh rata-rata sekitar 20 cm, burung ini bisa ditemukan dihabitat dengan ketinggian mencapai 1.600 m dari permukaan laut, itu sebabnya burung kutilang ini mudah dijumpai tidak hanya di tempat-tempat sepi saja tapi juga sering dijumpai di perkebunan, persawahan, bahkan diperkotaan juga kerap ada burung kutilang liar yang sering terlihat.
Biasanya burung kutilang dapat terlihat dengan beberapa kelompoknya, baik itu sejenis atau pun berbeda jenisnya. Untuk makanannya sendiri burung kutilang ini suka sekali dengan makanan yang berlunak seperti buah-buahan misalnya pisang, pepaya dan sebagainya, namun tidak jarang juga burung kutilang sering memakan serangga kecil.
Dari semua hal tentang burung kutilang ada satu keunikan yang terjadi pada burung kutilang ini yaitu pada suatau masa burung kutilang ini akan mengalami masa rontoknya bulu atau sering disebut dengan mabung. Pada saat burung kutilang mengalami masa ini akan jarang sekali bergerak atau hanya lebih banyak diam, itulah yang menjadikan burung kutilang mempunyai keunikan.
Mungkin untuk saat ini dalam hal harga burung kutilang tidak seperti burung yang lain semisal kenari, love bird dll, tapi tidak jarang orang yang memelihara burung ini karena juga memiliki suara kicau yang lumayan selain itu perawatannya pun bisa dibilang mudah dari burung yang lain.
Itulah sedikit gambaran dan keunikan dari burung kutilang, bila anda tidak mempunyai kesibukan bisa mencoba memelihara burung yang satu ini, lumayanlah buat mengisi waktu. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena kalian sudah berkunjung di blog http://blogspot.com ini, semoga artikel ini bisa berguna untuk kalian semua.
Subscribe to:
Posts (Atom)