Tuesday, November 12, 2013
Browse Manual »
Wiring »
amankah
»
breakfast
»
dengan
»
dessert
»
diet
»
saat
»
Breakfast dengan Dessert Saat Diet Amankah

“Mengizinkan diri kita mengonsumsi sepotong kecil camilan manis favorit merupakan kunci keberhasilan diet. Hal ini membuat kita puas. Di sisi lain, jika membatasi diri untuk sama sekali tidak mengonsumsi makanan manis kesukaan, kita di satu titik akan berontak dan mengasup lebih banyak makanan tersebut,” tandas Jakubowicz.
Breakfast dengan Dessert Saat Diet Amankah

Program diet tentu bukan hal mudah untuk dijalani. Bukan hanya mengatur pola makan, tetapi juga jenis makanan yang harus diatur. Tidak jarang disaat pagi hari, justru menu dessert begitu menggonda untuk dicicipi karena benar-benar tidak tahan. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal gagalnya program diet yang sudah dirancang sedemikian ketat.
Seperti dilansir preventionJumat, (8/2/2013) mengonsumsi dessert kesukaan seperti sepotong tiramisu atau biskuit cokelat sebagai teman sarapan justru bisa membantu kita menurunkan berat badan. Hal ini sudah dibuktikan oleh studi yang dimuat dalam jurnal Steroids. Namun, jangan terlalu senang dulu. Sebab, partisipan dalam studi ini juga menjalani program diet rendah kalori.
Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Tel Aviv University ini melibatkan hampir 200 orang dewasa yang kegemukan tetapi tidak mengidap diabetes. Partisipan pria haruslah membatasi asupan kalorinya hingga 1.600 per hari. Sedangkan partisipan wanita hanya boleh mengonsumsi 1.400 kalori saja.
Dari 200 orang tersebut kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok pertama diperbolehkan mengonsumsi sarapan tinggi karbohidrat sebanyak 600 kalori. Termasuk di dalamnya dessert berupa sepotong biskuit, cokelat, kue, atau donat. Sedangkan kelompok kedua hanya boleh mengonsumsi sarapan rendah karbohidrat sebanyak 300 kalori. Kedua kelompok ini sama-sama mengonsumsi makan pagi yang kaya protein seperti ikan tuna, putih telur, keju, dan susu rendah lemak.
Setelah berdiet selama 16 minggu, kedua kelompok sama-sama mengalami penurunan berat badan, rata-rata sebanyak 15 kilogram. Namun, setelahnya periode tersebut, mereka yang berada di kelompok kedua justru mengalami kenaikan berat badan sebanyak 10 kilogram. Sedangkan kelompok pertama yang mengonsumsi dessert justru mengalami penurunan bobot rata-rata sebesar 7 kilogram lagi.
Kelompok pertama dilaporkan lebih sedikit merasa lapar dan jarang ngemil. Selain itu, mereka juga dilaporkan lebih bisa menjaga asupan kalori. “Pada dasarnya, tujuan dari diet untuk menurunkan berat badan tak hanya berhenti pada pengurangan bobot saja tetapi juga pengurangan rasa lapar dan keinginan untuk ngemil. Kedua hal inilah yang akan bantu mencegah kembalinya bobot yang sebelumnya telah hilang,” ujar Dr. Daniela Jakubowicz, pemimpin penelitian.
Menurutnya, kunci sukses dari penurunan berat badan adalah masalah waktu dan komposisi makanan dari mereka yang melakukan diet. Sarapan kaya protein akan mengurangi rasa lapar sedangkan penambahan karbohidrat akan meningkatkan kepuasan. Dessert yang manis sebagai pelengkap berfungsi menurunkan keinginan ngemil.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment